Menikmati Winter Ala Embun Upas di Dataran Tinggi Dieng

Menikmati Winter
Embun Upas Dieng
Spread the love

Di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, kita bisa menikmati winter dari embun upas seperti musim dingin yang ada di negara-negara Eropa lainnya.

Penduduk disana menyebut fenomena alam itu sebagai embun upas atau embun racun. Fenomena alam di dataran tinggi tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Pada saat terjadi embun upas, biasanya banyak wisatawan yang datang ingin melihat tanaman-tanaman menjadi beku dan suhu yang ada disekitar dataran tinggi tersebut seperti sedang musim dingin.

Pada musim kemarau antara bulan Juli sampai Agustus, biasanya fenomena alam embun upas akan terjadi. Akan tetapi, dalam beberapa tahun belakangan ini, embun upas terjadi tidak sesuai dengan waktunya, terkadang bisa lebih cepat. Waktu terjadinya embun upas adalah pada jam 04.00-05.30 dan obyek yang membeku akan kembali mencair saat matahari terbit.

Cuaca normal di dataran tinggi Dieng ini memang sangat dingin. Suhunya biasa mencapai 20 derajat atau bahkan lebih dingin lagi.

Pada saat terjadinya embun upas, suhu di dataran tingggi tersebut bisa mencapai -1 derajat. Ini menjadikan destinasi wisata yang satu ini sangat diminati oleh banyak para wisatawan.

Biasanya lokasi yang ramai menjadi destinasi wisata untuk menikmati fenomena alam bunga es adalah di Candi Arjuna. Wisatawan menyerbu tempat tersebut untuk melihat dan mengabadikan momen langka ini.

Bahkan sebagian orang mendirikan tenda di lokasi kawasan Candi Arjuna demi bisa melihat embun upas yang terjadi di pagi hari tersebut.

Sekumpulan embun yang melapisi seluruh permukaan rumput dan daun-daun, seperti lapisan kristal yang bening. Bangunan Candi Arjuna juga menjadi serangan hawa dingin yang meliputi dataran tinggi Dieng saat itu. Hawa dingin pun meningkat menjadi berlipat-lipat.

Sayangnya, meskipun fenomena alam itu sangat indah sebagai obyek menikmati Winter, embun upas ini sangat merugikan para petani. Tanaman para petani banyak yang rusak dan mati akibat terkena embun upas tersebut.

Kendati demikian, para petani di sekitar sana sudah terbiasa akan terjadinya embun upas setiap tahunnya. Para petani hanya bisa pasrah dan akan mulai menanam tanaman yang baru ketika fenomena alam itu berakhir.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*