Pelaku Pelempar Sperma Di Tasikmalaya Akhirnya Dibekap Polisi

Pelaku Pelempar Sperma
Sidik Nugraha - Pelaku Pelempar Sperma
Spread the love

IDN Terkini – Pihak berwajib berhasil menyergap pelaku pelempar sperma yang menyasar perempuan di jalanan Kota Tasikmalaya. Di hadapan polisi, pelaku masih bisa tersenyum mengaku hanya bercanda. Pelaku yang bernama Sidik Nugraha ini sempat memberikan jawaban yang berbelit-belit saat diinterogasi polisi.

Sidik Nugraha yang menjadi Pelaku Pelempar Sperma sempat mengelak dan tak mengakui melakukan pelecehan seksual di ruang publik. Dia berdalih ketika melakukan tindakan itu sedang dalam pengaruh minuman keras (miras). Sehingga dia tak sadar.

“Sainget abdi mah mung ngahreuyan (seingat saya hanya bercanda saja). Saya tak ingat melakukan itu (melempar sperma ke korban). Mungkin saya mabuk. Saat itu minum tuak. Benar-benar tak ingat saya melakukan itu,” ujarnya di Mapolres Tasikmalaya Kota, Senin (18/11).

SN menyebut tindakannya itu tidak meresahkan. Dia mengaku terangsang saat melihat wanita yang keibuan. “Jadi ya melihat wanita itu terangsang dan tiba-tiba keluar saja itu,” ungkapnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap SN, diketahui pelaku sudah tiga kali melakukan aksinya di pinggir jalan.

“Hingga saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan juga mengungkap motifnya melakukan aksi itu,” katanya.

Polisi mengamankan SN di rumahnya, wilayah Cieunteung, Kecamatan Cihideung. SN ditangkap setelah pihak kepolisian melakukan pengintaian.

“Pelaku diamankan saat lagi tidur di rumahnya,” kata Kasubag Humas Polresta Tasikmalaya Iptu Nurrozi.

SN ditangkap setelah polisi menerima laporan dari seorang korban berinisial LR (43) yang mengalami tindakan pelecehan seksual di jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Kawalu, pada Rabu (13/11)

Dari keterangan pelapor, pelaku menghampiri korban yang saat itu berdiri seorang diri di pinggir jalan. Pelaku kemudian beronani di depan korban dan melemparkan spermanya kepada korban.

“Usai mendapatkan perlakuan itu, korban cerita kepada saudaranya, lalu informasi itu tersebar di media sosial. Pelaku juga sempat kabur hingga akhirnya berhasil kita amankan di rumahnya,” jelasnya.

Kapolres menuturkan, polisi akan meminta keterangan dari psikiater untuk memeriksa psikologi pelaku. “Untuk mendalami dugaan disorientasi seksual,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 281 KUHP terkait merusak kesopanan di muka umum. Pelaku terancam hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*