Pesona Keindahan Wisata Lembah Ngingrong di Gunungkidul

Pesona Keindahan Wisata
Lembah Ngingrong
Spread the love

Pesona keindahan wisata Indonesia yang satu ini adalah salah satu dari 16 geosite Gunung Sewu di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pesona keindahan wisata Lembah Ngingrong wajib untuk dikunjungi. Para wisatawan bisa menguji adrenalin dengan flying fox dan susur gua.

Tidak sulit untuk bisa menemukan Lembah Ngingrong karena keberadaannya yang berada di pinggir jalan. Tempat wisata alam ini terletak di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari yang bisa ditempuh dari tiga tempat berbeda yakni dari Yogyakarta, Klaten dan Solo.

Awalnya tempat wisata ini adalah lokasi yang sering di gunakan warga di sekitar Gunungkidul untuk beristirahat sambil menyaksikan keindahan panorama lembah.

Untuk wisatawan yang berkunjung ke lembah ini melalui Klaten, cukup menggunakan kendaraan menuju daerah Cawas, setelah itu lanjut Semin, dan kemudian ke Karangmojo. Barulah, ambil jalur ke arah Rongkap ikuti jalan hingga tiba di Pantai Siung.

Sementara jika menempuh perjalanan dari Solo, maka ambil jalur ke Sukoharjo terlebih dahulu. Kemudian, lanjutkan ke Wonogiri dan ambil jalur Wuryantoto. Setelah itu lanjut ke arah Purwodadi ke Kecamatan Tepus.

Jika ditempuh melalui Yogyakarta, ambil jalur utara menuju Candi Prambanan. Terus ke arah Bunderan Siyono, dari sini ada dua pilihan yaitu lewat pusat kota atau jalur ring road yang sama -sama bisa menuju pertigaan Mulo.

Pada tahun 2015, Lembah Ngingrong mulai didatangi oleh para wisatawan. Di sekitar sana, Dinas Pariwisata Gunungkidul membangun Taman Geopark atau Taman Batu di sebelah barat Lembah Ngingrong.

Kemudian pada tahun 2016, Pemerintah Desa Mulo bersama warga menjadikan Lembah Ngingrong sebagai obyek wisata yang dikelola oleh Desa Wisata Mulo.

Disana ada tersedia hiburan flyingfox di atas Lembah Ngingrong dibuat sepanjang 135 meter dan ketinggian 78-80 meter dari permukaan tanah. Selain flyingfox, disana juga ada tawaran susur gua horisontal dan vertikal.

Dan yang paling menarik, tempat wisata ini juga menyediakan pasar wisata kuliner yang dibangun sejak Januari 2018. Di pasar ini tersaji kuliner khas desa tersebut yang buka setiap Sabtu dan Minggu.

Beberapa makanan tradisional seperti nasi thiwul, gudangan, nasi gudeg, pecel, makanan dari ketela, sambel tawon, botok dan makanan lainnya bisa ditemukan disini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*