Wabah Corono/Covid-19 Dan Lockdown Membuat Penduduk Resah

PendudukLockdownSensus
PendudukLockdownWabahCoronaSensus
Spread the love

Terkejut Wabah Corono/Covid-19 Dan Lockdown Membuat Penduduk Resah. begitu Presiden RI berbicara di akun instagram-nya saat mengisi formulir online melalui tablet didampingi Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, 15 Februari 2020. Video kampanye itu di lihat 770.238 dari 29.3 juta pengikut Jokowi di instagram.

Apa yang ditunjukkan Presiden sungguh merupakan teladan bagi penduduk negeri ini, Sebagai orang nomor satu di Indonesia, sudah sepantasnya Presiden menjadi orang pertama yang berpartisipasi dan tervatat dalam sensus penduduk. Sensus penduduk menjadi parameter demografi dan proyeksi penduduk (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan indikator SDGs.

Sensus penduduk 2020 adalah yang ketujuh kali dilakukan pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan. Sebelumnya sensus pernah dilakukan masing-masing pada 1961, 1980, 1990, 2000, dan 2010, Enam kali sensus itu dilakukan secara manual alias petugas mendatangi door to door. Sensus Penduduk 2020 adalah sensus pertama ytang dilakukan secara daring. Bagi pemerintah daerah, sensus penduduk dilaksanakan untuk mendapatkan jumlah penduduk sesuai domisili yang datanya akan dipakai dalam menyusun program-program kependudukan dan sosial.

Hasil gambar untuk wabah corona

 

 

Ini sesuai dengan amanat perpres Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia dan Perpres Nomor 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati. Sensus penduduk sangat penting bagi perjalanan sebuah bangsa. Dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS). sensus penduduk bertujuan menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia.

BPS sebagai penyelenggara sensus memprediksi penduduk Indonesia pada 2045 akan mencapai 319 juta jiwa atau bertambah 45 juta jiwa dari kondisi tahun ini. saat ini penduduk Indonesia berjumlah 267 juta jiwa. Sensus Penduduk 2020 menggunakan metode kombinasi dengan menggabungkan data registrasi yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan verifikasi lapangan yang dilakukan dua tahap. Pertama secara daring dan kedua secara manual.

Dalam surveinya, APJII mencatat Pulau Jawa merupakan wilayah dengan pengguna internet paling tinggi yakni 55.7 persen. Di susul Sumatera (21,6 persen) Sulawesi-Maluku-Papua (10%) Kalimantan (6.6%) dan Bali-Nusa Tenggara pengguna internetnya 5.2%. menuju sukses Sensus Penduduk 2020 sebenarnya Indonesia memiliki modal besar, Tengok saja profil penetrasi Internet di Indonesia dan Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APPJI) pada 2018. Rata-rata pemakaian internet per hari mencapai 8 jam 36 menit, dan 2 jam 52 menit di antaranya digunakan untuk mengakses konten. Data dari Kementrian Informasi dan Komunikasi yang bersumber dari Opengsignal, rata-rata kecepatan internet 4G Indonesia 8,6 Mbps dan maksimal 18.5 Mbps

Di Jawa Barat lebih masuk akal lagi, target partisipasi lebih tinggi dari nasional yakni 30%. Jabar merupakan penyumbang tertinggi pengguna internet, yakni mencapai 16,7 dari total pengguna internet di Indonesia yang mencapai 171.17 juta jiwa, atau 64.8% dari total populasi penduduk Indonesia kala itu (264.16 juta jiwa). Target partisipasi sensus penduduk pun dipasang. Secara nasional BPS menargetkan partisipasi 22.9%.

Namun sebenarnya di tengah pandemik Covid-19 atau virus corona, sistem online adalah sebuah opsi yang masuk akal dan paling aman. Pemerintah sendiri telah mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari rumah (work from home/WFH) yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Nomor 19 tahun 2020 Tentang penyesuaian Sistem Kerja Aparatur SIpil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Korona di Lingkungan Instansi Pemerintah.  Banyak Perusahaan Swasta yang mengikuti anjuran Pemerintah ini.

Hasil gambar untuk wabah corona
Hingga 19 Maret 2020. data resmi Kementerian Kesehatan pada hari yang sama yang divisualisasikan di http://infeksiemerging.kemkes.go.id  per pukul 09.00 WIB menunjukkan, jumlah orang yang diperiksa terkait Covid-19 sebanyak 1.592 orang, positif 227 orang. Sembuh 11 pasien meninggal 19 pasien, negatif 1.342 orang, dan dalam proses pemeriksaan sebanyak 23 orang. Sedangkan wilayah terjangkit atau transisi lokal di Indonesia tersebar di empat provinsi yakni DKI jakarta, Jawa Barat, dan Provinsi Banten.

Saat itulah 390.000 petugas sensus yang Maret-April akan dijaring oleh BPS akan menjalankan tugasnya door to door mewawancari setiap rumah yang belum terdaftar secara daring. Aktivitas massal ini tentu sangat berisiko di tengah Indonesia yang saat ini sedang menjalani proses social distancing, dan bisa saja nanti mungkin ada kebijakan lockdown.

Jika sudah lockdown, alih-alih mendatangi rumah penduduk untuk pendataan, keluar rumah sendiri saja akan sangat dibatasi Oke, pencatatan penduduk adalah kewajiban dan sangat urgen sehingga dapat dikecualikan bahkan dalam kondisi lockdown sekalipun. tapi risikonya sangat tinggi. Lalu apakah lowongan sebagai petugas sensus yang jumlahnya 390.000 itu diminati banyak orang untuk kondisi saat ini? Tentu orang akan berpikir dua kali. Opsi lain, sensus online diperpanjang, Tapi tetap  tidak akan tercatat semua karena belum semua wilayah Indonesia terjangkau Internet..

ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah. Bagaimana BPS , Disdukcapil, Bupati/wali kota, gubernur, sampai presiden harus tetap gencar menyosialisasikan Sensus  2020 ini. Sebagai catatan, unggahan video Presiden 15 Februari 2020 yang mempromosikan sensus daring ini adalah yang terakhir dilakukan sejak itu. Setelah itu tidak ada lagi kampanya yang dilakukan akun pribadi Presiden, Setidaknya di Instagram.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*